KAMERA MAROS – Pemerintah Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan untuk tahun anggaran 2026 pada Senin (12/1/2026). Bertempat di Aula Kantor Lurah Raya, kegiatan ini menjadi wadah krusial dalam menjaring aspirasi masyarakat guna menyusun program pembangunan yang tepat sasaran.

Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Turikale, Nasaruddin, S.Hut, Sekretaris Camat Ali Rusdi, ST, serta Lurah Raya, Nur Alam, S.Sos. Turut hadir pula unsur Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, pengurus LPMK, para Ketua RW dan RT, serta tokoh perwakilan masyarakat setempat.
Fokus pada Skala Prioritas
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Camat Turikale, Nasaruddin, S.Hut, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan riil warga dengan arah kebijakan pemerintah daerah.

“Kami akan mendorong agar seluruh usulan yang disampaikan benar-benar disusun berdasarkan skala prioritas. Hal ini penting agar pembangunan yang dilakukan memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat,” ujar Nasaruddin.
Evaluasi dan Usulan Masyarakat
Lurah Raya, Nur Alam, S.Sos, memaparkan evaluasi capaian pembangunan sepanjang tahun 2025. Ia juga mengajak seluruh elemen warga untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam mendukung keberlanjutan program pemerintah di wilayah kelurahan.
Pada sesi diskusi, para Ketua RW menyampaikan berbagai usulan yang mencakup:
Pembangunan Infrastruktur: Perbaikan jalan lingkungan dan drainase.
Pemberdayaan Masyarakat: Program pelatihan keterampilan dan penguatan ekonomi warga.
Ketua LPMK Kelurahan Raya turut mengawal jalannya diskusi dengan memberikan arahan teknis agar usulan dari tiap RT dan RW dapat terakomodasi dengan baik dan memenuhi syarat administratif untuk dilanjutkan ke tingkat kecamatan dan kabupaten.
Optimalisasi PBB dan Ekonomi Kerakyatan
Menutup rangkaian kegiatan, Camat Turikale memberikan imbauan khusus kepada perangkat kelurahan serta pengurus RW/RT terkait penguatan sektor pendukung lainnya.
“Kami meminta seluruh perangkat kewilayahan untuk mendukung optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta mempercepat pembangunan wilayah. Selain itu, penguatan Koperasi Merah Putih harus menjadi perhatian kita bersama sebagai bagian dari upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, menandai langkah awal perencanaan pembangunan Kelurahan Raya yang partisipatif untuk tahun 2026.






