blank

Gelora Optimisme di Ruang Rapat Bupati: Suhu PAD Maros 2025 Diukur Ulang

blank

MAROS, Kameraliputan.com – Di tengah nuansa kemajuan yang terus diperlihatkan Kabupaten Maros, gelaran evaluasi krusial digelar hari ini. Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., memimpin langsung Rapat Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros Tahun Anggaran 2025. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah penajaman strategi demi memastikan denyut nadi fiskal Maros tetap kuat dan berkesinambungan.

Rapat yang dilaksanakan pada Selasa (14/10/2025) ini dihadiri oleh jajaran OPD pelaksana dan pemungut PAD, dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat. Suasana ruangan tegang namun produktif, mencerminkan urgensi dari setiap angka yang dibahas.

blank

Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur, dalam pembukaannya, menegaskan bahwa PAD adalah jantung otonomi daerah. “Tahun 2025 adalah tahun pembuktian. Kita tidak bisa lagi hanya berpuas diri dengan pencapaian tahun sebelumnya. Evaluasi ini adalah kesempatan kita untuk melihat di mana titik sumbatan, dan bagaimana kita bisa mengalirkan potensi Maros secara maksimal ke kas daerah,” ujarnya tegas, menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas dan inovasi dalam pemungutan.

Para Pemain Kunci di Meja Evaluasi

Kehadiran lintas sektor dalam rapat ini menunjukkan betapa terintegrasinya upaya peningkatan PAD. Dari infrastruktur hingga pariwisata, setiap sektor adalah mata air pendapatan yang harus dijaga kejernihannya. Turut serta memastikan sinergi adalah:

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR): Mengevaluasi potensi dari perizinan konstruksi dan pemanfaatan aset.

Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga: Meninjau capaian retribusi dari destinasi wisata Maros yang kian diminati.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kopundag): Melihat kontribusi sektor UMKM dan pasar daerah.

Dinas Perhubungan: Mengukur efektivitas penarikan retribusi transportasi dan parkir.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perikanan: Membahas potensi PAD dari hasil bumi dan laut yang perlu dioptimalkan.

Dinas Kesehatan dan RSUD dr. La Palaloi: Mengevaluasi pendapatan non-pajak dari layanan publik kesehatan.

Yang tak kalah strategis adalah partisipasi Camat se-Kabupaten Maros. Sebagai pengelola langsung di tingkat kecamatan, Camat adalah ujung tombak dalam penagihan pajak dan retribusi daerah mikro, mulai dari izin usaha kecil hingga retribusi pasar lokal.

Fokus pada Area ‘Merah’ dan ‘Kuning’

Berdasarkan presentasi awal dari Bapenda Maros, rapat difokuskan pada sektor-sektor yang menunjukkan tren stagnan atau di bawah target proyeksi (area ‘kuning’ dan ‘merah’). Diskusi alot terjadi terkait optimalisasi pajak hotel dan restoran, serta peningkatan kesadaran wajib retribusi di sektor pariwisata pasca-pandemi.

Andi Muetazim mendesak agar pemutihan data wajib pajak dilakukan secara masif. “Jangan sampai ada potensi yang terlewat karena administrasi yang lamban. Kepala Bapenda, saya minta inovasi digitalisasi harus dipercepat. Publik harus dimudahkan membayar, dan petugas harus dibekali sistem yang akurat untuk menagih,” tegasnya.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah peran Camat dalam memastikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tingkat desa/kelurahan terakumulasi dengan baik, menghindari kebocoran di sumber paling bawah.

Menuju Maros Mandiri Fiskal

Rapat evaluasi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyusun langkah korektif yang akan diimplementasikan mulai kuartal mendatang. Wakil Bupati Maros berharap, evaluasi tajam hari ini akan menghasilkan strategi yang lebih aplikatif dan berorientasi pada hasil nyata.

“Maros memiliki potensi alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Tugas kita, para ASN, adalah memastikan potensi itu terwujud menjadi Pendapatan Asli Daerah yang signifikan. Tahun 2025 harus menjadi tahun lompatan bagi kemandirian fiskal kita,” tutup Andi Muetazim, menutup rapat dengan optimisme yang membara.

Evaluasi ini menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Maros serius membangun fondasi ekonomi daerah yang kokoh, dengan PAD sebagai pilar utamanya dalam membiayai pembangunan tanpa terlalu bergantung pada transfer daerah.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: