Maros – Kabupaten Maros menuju cakupan kesehatan semesta alias Universal Health Coverage (UHC). UHC membuat semua warga bisa berobat di fasilitas kesehatan. Hanya dengan memperlihatkan KTP Maros.
Bupati Maros, Chaidir Syam membeberkan, UHC akan diluncurkan 27 Februari mendatang. UHC adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan masyarakat Maros memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan.
“Kita sisipkan anggaran Rp25 miliar sampai Rp27 miliar,” jelas Chaidir saat musrenbang di Kecamatan Tanralili, Senin, 6 Februari 2023.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus menjelaskan, saat UHC masyarakat yang memiliki KTP Maros dapat langsung dilayani apabila sakit.
“Intinya tinggal bawa KTP Maros untuk berobat di fasilitas kesehatan,” katanya.
Yunus menyebut Maros sudah UHC tapi belum bisa langsung diaktifkan. “Salah satu syarat UHC adalah apabila masyarakat Maros minimal 95 persen sudah memiliki jaminan kesehatan dan anggaran untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD dan subsidi PBI lainnya disiapkan oleh pemda sekitar Rp27 miliar per tahun,” jelasnya
Bersama sektor pendidikan, kesehatan memang menjadi fokus Pemkab Maros dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024.
“Sektor pendidikan kita anggarkan Rp425 miliar dan kesehatan Rp256 miliar,” beber mantan Ketua DPRD Maros itu.
Anggaran besar untuk pendidikan termasuk untuk membayar gaji guru, insentif dan sertifikasi guru. Ada juga perbaikan sarana prasarana dan pembelian alat peraga, hingga rehab sekolah.
“Untuk tahun ini ada beberapa sekolah. Hampir 20-an sekolah kita rehab. Ada rehab berat, rehab sedang, dan rehab ringan. Rehab berat itu di SD Sanggalea, karena sangat padat. Mungkin kita akan membangun gedung sekolah sampai anggaran 5 miliar,” sambung Chaidir.






