Kegiatan edukatif ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, didampingi jajaran pengurus Pokja III. Dalam arahannya, Melinda menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah makanan sejak dini di lingkungan sekolah.

“Jangan biasakan membuang makanan. Ambil sesuai kebutuhan dan habiskan. Itu bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan,” tegas Melinda di hadapan para siswa.

Menurut Melinda, kebiasaan sederhana seperti mengambil makanan secukupnya memiliki dampak sistemik terhadap pengurangan beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia berharap para siswa SMPN 11 Makassar mampu bertransformasi menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Solusi Praktis dan Pengelolaan Sampah Mandiri

Sebagai bentuk aksi nyata, Melinda Aksa menyerahkan lunch box secara simbolis kepada siswa. Penggunaan wadah makan ini diharapkan menjadi solusi agar makanan yang tidak habis bisa disimpan dan dibawa pulang, guna meminimalisir potensi sampah sisa makanan (food waste).

Selain sosialisasi, Ketua TP PKK Makassar juga meninjau area sekolah. Ia menilai SMPN 11 Makassar memiliki potensi besar untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah mandiri, termasuk optimalisasi bank sampah sekolah.

Dampak Lingkungan dan Inovasi Pengolahan

Hadir sebagai narasumber, Andi Nurdiansyah mengungkapkan fakta mengkhawatirkan bahwa sekitar 50 hingga 60 persen sampah di TPA berasal dari sisa makanan. Penumpukan ini berisiko menghasilkan gas metana yang merusak ekosistem.

Para siswa pun dibekali materi teknis mengenai pengolahan sampah organik, mulai dari:

  • Pembuatan kompos.

  • Metode Teba.

  • Pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF).

  • Metode open windrow.

Dukungan Lintas Sektor

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Tamalanrea Andi Patiroi, Lurah Kapasa Raya M. Fitrah Ramadhan, serta Kepala Sekolah UPT SPF SMPN 11 Makassar, Muh. Subair.

Melalui gerakan ini, TP PKK Kota Makassar optimis kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh kuat jika dimulai dari kebiasaan menghargai makanan dan mengelola sampah secara bijak sejak usia sekolah.