
Acara yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Bontoa ini dibuka secara resmi oleh Bupati Maros yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Andi Fadli. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bontoa, Muh. Maudu, S.Hut, M.S.P., Anggota DPRD Maros, Rahmat, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Tripika, tokoh masyarakat, delegasi desa/kelurahan, pendamping desa, pendamping PKH, hingga perwakilan ormas, LSM, dan media SMSI Maros.
Penajaman Aspirasi Masyarakat
Camat Bontoa, Muh. Maudu, menjelaskan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan ini merupakan muara dari rangkaian musyawarah tingkat desa dan kelurahan yang telah rampung dilaksanakan pada periode 12–19 Januari 2026 lalu.

“Tujuan utama forum hari ini adalah melakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi terhadap usulan warga. Kita ingin memastikan aspirasi tersebut terintegrasi dengan prioritas pembangunan Kabupaten Maros,” ujar Maudu dalam sambutannya.
Fokus pada Akses Jalan dan Sarana Fisik
Berdasarkan data teknis dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), tercatat sebanyak 72 usulan aspirasi masyarakat yang masuk ke meja pembahasan. Dari jumlah tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menjadi “primadona” dengan menerima usulan terbanyak, yakni 44 usulan.
Angka ini menegaskan adanya kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah pesisir Bontoa terhadap perbaikan akses jalan, jembatan, dan sarana fisik lainnya. Selain infrastruktur, sebaran usulan lainnya meliputi:
-
Dinas Kesehatan: 6 usulan
-
Dinas Perhubungan: 5 usulan
-
Dinas Perpustakaan: 5 usulan
-
Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan: 4 usulan
-
Sektor Lain: Pendidikan, PMD, Sosial, dan Pariwisata.

Hal menarik yang dicatat adalah dari total 28 OPD di lingkup Pemkab Maros, aspirasi masyarakat Bontoa hanya mengerucut pada 11 OPD. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan masyarakat di wilayah ini sangat spesifik dan terfokus pada sektor-sektor dasar.
Sinergitas dan Transparansi
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Maros, Rahmat, turut membacakan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan sebagai bahan pertimbangan strategis dalam penyusunan rencana kerja ke depan.
Menutup rangkaian pembukaan, Asisten III Pemkab Maros, Andi Fadli, menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan adalah sinergitas. Ia berpesan agar Musrenbang tidak hanya menjadi agenda seremonial belaka.
“Saya berharap Musrenbang ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi wadah transparansi pembangunan daerah. Kita harus memastikan usulan prioritas benar-benar dapat terealisasi pada tahun anggaran mendatang,” tegas Andi Fadli.






