Kamera Pendidikan, 30 Oktober 2025 – Angin segar ciptaannya menampilkan kencang di Kabupaten Maros. Hari ini, UPT SDN 214 INPRES BAWA LANGIRI kembali mengukir sejarah gemilang dengan meraih gelar Juara Umum dalam ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Maros Tahun 2025. Gelar ini bukan hanya piala atau piagam, melainkan sebuah penegasan komitmen terhadap pelestarian bahasa daerah dan menanamkan rasa terhadap budaya Bugis Makassar di generasi muda.

Festival yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Oktober 2025 ini menjadi wadah strategi untuk pengembangan bakat, memperkuat fondasi kebahasaan, serta memupuk kecintaan terhadap warisan leluhur. Keikutsertaan UPT SDN 214 INPRES BAWA LANGIRI dalam FTBI melampaui ambisi meraih prestasi semata. Ia adalah wujud nyata dari upaya menanamkan nilai-nilai karakter sesuai Dimensi Profil Lulusan, khususnya dalam aspek kewargaan dan komunikasi—dua pilar penting membangun generasi cerdas dan berbudaya.
Dari panggung yang penuh semangat, para siswa SDN 214 Inpres Bawalangiri menunjukkan kemampuan luar biasa dalam beragam cabang lomba. Mereka memukau juri dan hadirin dengan cerita-cerita inspiratif dalam Ndongeng , melontarkan tawa renyah melalui aksi Ndagel Ijen (komedi tunggal) yang jenaka, mendayu-dayu dalam alunan Maca Geguritan , menyampaikan pesan bermakna lewat Sesorah (pidato), hingga merangkai imajinasi dalam Menulis Cerpen . Setiap penampilan bukan hanya sekedar mencerminkan penguasaan materi, melainkan juga ekspresi penuh percaya diri dalam mengkomunikasikan ide, cerita, dan nilai-nilai budaya Bugis Makassar yang kaya.
Kecakapan ini secara jernih mencerminkan penguatan dimensi komunikasi, di mana siswa dilatih untuk menyampaikan gagasan dengan baik, menghargai bahasa dan dialek daerah, serta menjalin interaksi sosial yang santun. Lebih dari itu, keterlibatan mereka dalam lomba yang mengangkat nilai kekayaan budaya lokal juga mengembangkan dimensi kewargaan. Ini adalah langkah konkret menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga, melestarikan, dan bangga terhadap bahasa serta budaya daerah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari jati diri bangsa.
Capaian historis sebagai Juara Umum ini tentu tak lepas dari peran sentral Kepala Sekolah UPTD SDN 214 Bawalangri, Bapak Irfan, S.PdDra. Beliau adalah nakhoda yang tak kenal lelah memberikan dukungan penuh kepada para siswa untuk terus berkarya dan berprestasi. Beliau selalu menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa, sekaligus menjadikan setiap prestasi sebagai sarana membentuk karakter dan profil lulusan yang unggul.
Keberhasilan ini juga tidak akan terwujud tanpa bimbingan penuh kesabaran, dedikasi, dan komitmen dari para guru pembimbing, yaitu Bapak Suardi, S.Pd, dan Ibu Asrianai, S.Pd. Mereka adalah lentera yang mendampingi siswa dalam setiap langkah persiapan lomba, menajamkan bakat, dan mengobarkan semangat. Dukungan tak terhingga dari seluruh jajaran guru, pelatih, serta para orang tua siswa juga menjadi penguat rantai yang mengantarkan anak-anak menuju puncak juara.
Turut bercanda pula adalah para peserta UPT SD 214 Inpres Bawalangiri lainnya yang telah tampil dengan penuh semangat dan keberanian, meski belum berhasil membawa pulang gelar juara. Keikutsertaan mereka adalah bukti nyata dedikasi dalam melestarikan bahasa Bugis Makassar, sebuah keberanian untuk tampil di depan umum, dan semangat berkompetisi yang patut diacungi jempol. Semangat juang yang mereka tunjukkan diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi berlipat ganda untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada ajang-ajang berikutnya.
Lebih jauh lagi, prestasi gemilang dalam FTBI ini juga sejalan dengan implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya pada kebiasaan “gemar belajar” dan “bermasyarakat”. Para siswa yang terlibat tidak hanya menunjukkan semangat belajar melalui latihan intensif, pendalaman materi, serta penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga menunjukkan sikap “bermasyarakat” dengan aktif melestarikan budaya daerah yang menjadi identitas kolektif bangsa. Kegiatan ini mengajarkan bahwa belajar bukan hanya tentang memahami teori, melainkan juga tentang menghidupkan nilai-nilai budaya dan mengomunikasikannya kepada dunia.
Dengan demikian, keberhasilan SDN 214 Inpres Bawalangiri meraih Juara Umum FTBI Tahun 2025 bukan hanya sekedar pencapaian prestasi akademik dan nonakademik. Ia adalah bukti nyata bahwa sekolah ini terus berkomitmen mendidik siswa untuk menjadi generasi penerus yang cerdas, berkarakter, komunikatif, serta memiliki rasa cinta dan tanggung jawab mendalam terhadap budaya bangsanya.
Bapak Irfan, beserta seluruh guru-guru SDN 214 Inpres Bawalangiri, menegaskan bahwa prestasi terbaik lahir dari kerja sama harmonis antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Kemenangan ini adalah wujud nyata dari upaya tak kenal lelah dalam menjaga dan menghidupkan warisan bahasa Bugis Makassar sebagai budaya yang luhur, kecewa, dan harus terus dilestarikan hingga generasi mendatang.






