blank

Bupati Maros Chaidir Syam Buka Retret Orientasi Kepemimpinan Jajaran Kepala Desa se-Kabupaten Maros Tahun 2025.

blank

Maros,Kamera Desa ,-  Di tengah hiruk pikuk persiapan menyongsong masa depan, Kabupaten Maros kembali mengukuhkan komitmennya terhadap pembangunan yang dihapuskan dengan kuat dari pelosok desa. Pagi yang cerah di Markas Brigif 3/TBS Kostrad Kariango menjadi saksi dimulainya sebuah inisiatif krusial: Retret Orientasi Kepemimpinan Jajaran Kepala Desa se-Kabupaten Maros Tahun 2025. Acara penandatanganan yang mengusung tema “Dari Desa untuk Indonesia” ini secara resmi dibuka oleh Bupati Maros, Dr. HAS Chaidir Syam, S.IP., MH, didampingi Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur, ST, M.Si.kamis 22 Agustus 2025.

blank

Kehadiran jajaran pemerintahan tertinggi Kabupaten Maros dalam pembukaan ini menunjukkan betapa strategisnya peran kepala desa dalam menggerakkan roda pembangunan. Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Brigade Infanteri 3/Tri Budi Sakti, Kolonel Inf. Ari Widyo Prasetyo, S.Sos, serta unsur Forkopimda Maros lainnya, menambahkan bobot dan sinergi lintas sektor pada orientasi kegiatan ini. Pemilihan lokasi di lingkungan militer Brigif 3/TBS Kostrad Kariango pun bukan tanpa makna, menyiratkan semangat kedisiplinan, integritas, dan pengabdian yang kuat, sejalan dengan nilai-nilai kepemimpinan yang diharapkan.

Dalam acara tersebut, Bupati Chaidir Syam dengan lugas menyampaikan visinya tentang desa sebagai tulang punggung kemajuan bangsa. “Tema ‘Dari Desa untuk Indonesia’ bukan sekadar slogan, melainkan sebuah amanah dan harapan besar. Desa-desa kita adalah garda terdepan pembangunan, tempat di mana inovasi dan kemandirian lahir, serta tempat kearifan lokal terjaga,” ujar Bupati. Beliau menekankan pentingnya penajaman visi dan pemahaman strategi bagi kepala desa dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari tata kelola pemerintahan yang efektif, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga pelayanan publik yang responsif dan inklusif.

Retret ini dirancang bukan hanya sebagai ajang pembekalan materi, melainkan juga wadah untuk introspeksi, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan kolaborasi antar kepala desa. Harapannya, setiap kepala desa dapat kembali ke wilayahnya dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan semangat baru untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Antusiasme yang tulus terpancar jelas dari salah satu peserta, Kepala Desa Nisombalia, Sulkarnain. Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan, “Kegiatan ini sangat berharga dan berkesan. Banyak hal yang kami petik untuk dibawa kembali ke desa kami. Mulai dari pemahaman tentang regulasi terbaru, strategi pengelolaan anggaran, hingga cara meningkatkan partisipasi masyarakat. Semoga hal seperti ini bisa membawa keberkahan dan bermanfaat buat kami dan masyarakat di desa masing-masing.” Pernyataan Sulkarnain ini merefleksikan harapan kolektif dari seluruh kepala desa yang hadir, bahwa retret ini bukan hanya seremoni, melainkan investasi nyata pada sumber daya manusia yang akan menjadi agen perubahan di garis depan.

Retret Orientasi Kepemimpinan Kepala Desa se-Kabupaten Maros Tahun 2025 adalah langkah progresif untuk memastikan bahwa fondasi pembangunan Maros tetap kokoh, dimulai dari akar. Dengan kepemimpinan desa yang kuat dan visioner, Kabupaten Maros siap melangkah maju, memberikan kontribusi terbaiknya “Dari Desa untuk Indonesia.”

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: