blank

Menyongsong Maros Emas 2025: Bupati dan Wakil Bupati Buka Retret Orientasi Kepemimpinan Kepala Desa, Kobarkan Semangat ‘Dari Desa untuk Indonesia’

blank

MAROSKameraliputan.com – Di tengah semangat kebangkitan dan optimisme menyongsong tahun 2025, Kabupaten Maros kembali mengukir sejarah dalam perjalanan pembangunan daerahnya. Pada hari ini, dengan khidmat dan penuh harapan, Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., didampingi oleh Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Retret Orientasi Kepemimpinan bagi seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Maros.

Acara yang mengangkat tema inspiratif “Dari Desa untuk Indonesia” ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi para pemimpin garda terdepan pemerintahan desa. Bertempat di lingkungan militer yang kharismatik, Markas Brigif 3/TBS Kostrad Kariango, Kecamatan Tanralili, lokasi ini dipilih secara strategis untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, integritas, dan strategi kepemimpinan yang kokoh.

blank

Kehadiran jajaran Forkopimda Maros, termasuk W.s Brigade Infanteri 3/Tri Budi Sakti Kolonel Inf. Ari Widyo Prasetyo, S.Sos, turut menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dan institusi militer dalam mendukung pembangunan. Ini adalah pesan kuat bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama, dari hulu hingga hilir, dari sipil hingga militer, demi stabilitas dan kemajuan.

Dalam sambutannya yang penuh visi, Bupati Chaidir Syam menekankan betapa krusialnya peran Kepala Desa sebagai ujung tombak pelayanan publik dan motor penggerak ekonomi lokal. “Para Kepala Desa adalah wajah pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat. Di tangan Bapak/Ibu sekalianlah masa depan desa-desa kita, dan pada akhirnya, masa depan Maros bahkan Indonesia, dipertaruhkan,” ujar Bupati, disambut anggukan setuju dari para peserta.

Tema “Dari Desa untuk Indonesia” bukanlah sekadar slogan. Bupati Chaidir Syam menguraikannya sebagai panggilan untuk memberdayakan potensi desa secara maksimal – mulai dari sektor pertanian yang subur, kekayaan perikanan, potensi pariwisata alam dan budaya, hingga pengembangan UMKM berbasis lokal. “Ini adalah saatnya desa bukan hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek, arsitek dari kemajuannya sendiri. Dengan desa yang maju dan mandiri, Indonesia akan semakin kuat,” tegasnya.

Retret orientasi ini dirancang khusus untuk membekali para Kepala Desa dengan pengetahuan terkini mengenai tata kelola pemerintahan yang baik, inovasi pelayanan publik, pemanfaatan teknologi informasi untuk efisiensi, serta strategi pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Di tengah tantangan global dan kompleksitas lokal, kemampuan adaptasi dan kepemimpinan yang visioner menjadi kunci utama.

Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur menambahkan pentingnya kolaborasi dan pertukaran ide antar Kepala Desa. “Forum retret ini adalah kesempatan emas untuk belajar dari praktik terbaik, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan yang kuat. Kita harus bergerak bersama, bukan sendiri-sendiri, untuk mencapai Maros yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya, menggarisbawahi semangat kebersamaan.

Dengan digelarnya Retret Orientasi Kepemimpinan Kepala Desa ini di tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Maros menunjukkan komitmennya yang teguh terhadap penguatan kapasitas pemimpin di tingkat paling dasar. Diharapkan, dari kawah candradimuka di Kariango ini, akan lahir para pemimpin desa yang lebih tangguh, inovatif, dan berintegritas, siap membawa desa-desa di Maros menuju puncak kejayaannya, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia. Maros Emas 2025, tampaknya, akan mulai terwujud dari semangat dan tindakan nyata para pemimpin desa.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: