Maros,Kamera Desa ,- Di jantung Desa A’bulosibatang, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, sebuah gelora semangat kemerdekaan membakar. Lapangan bola yang biasanya tenang, kini menjelma menjadi panggung megah penuh warna merah putih, dekorasi tawa riang dan sorak-sorai. Sejak beberapa hari yang lalu, tepatnya mulai tanggal 14 hingga puncaknya yang meriah, Desa A’bulosibatang mengadakan serangkaian lomba dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.

Dari pagi hingga sore, lapangan itu tak pernah sepi. Derai tawa dan teriakan riang anak-anak mengisi setiap sudut, berkompetisi dalam perlombaan tradisional yang tak lekang oleh waktu. Ada lomba makan kerupuk dengan wajah belepotan, makan biskuit yang lumer di mulut, lari karung yang membuat mereka melompat-lompat seperti kanguru kecil, hingga ketangkasan memindahkan sedotan dari satu botol ke botol lain. Ada pula lomba tiup gelas yang menguji paru-paru mungil, menangkap bebek yang berakhir dengan cipratan air dan kegelian, tahan ketawa yang paling sulit ditaklukkan, dan cantol kawat yang melatih kesabaran. Setiap wajah mungil memancarkan kebahagiaan murni, merayakan kebahagiaan dengan cara mereka sendiri yang paling sederhana dan paling jujur.
Tak kalah seru, kaum dewasa pun larut dalam euforia. Gelak tawa pecah saat para pria kekar berlaga dalam ajang bola daster yang menggelikan, berlari mengejar bola dengan daster motif bunga-bunga yang berkibar-kibar. Kemudian ada pukulan paku yang menguji kekuatan dan konsentrasi, memasukkan bola dalam gelas dengan ketelitian tinggi, serta joget sanggahan kursi yang penuh strategi dan kelincahan. Lomba memasukkan sedotan ke botol dan kumpul bola pakai corong juga menambah suasana semarak, diselingi tarik tambang yang menguras tenaga dan joget balon yang memicu keakraban. Untuk mereka yang ingin sedikit bersantai, ada domino dan bahkan Mobile Legends yang turut diperlombakan, menunjukkan perpaduan unik antara tradisi dan modernitas dalam perayaan kali ini. Tak lupa, jalan santai dan senam juga menjadi agenda penting untuk menjaga kebugaran.
Hari ini , Lapangan Bola Desa A’bulosibatang dipenuhi pemandangan yang menakjubkan. Langit biru Maros menjadi kanvas bagi kreativitas lomba layang-layang . Setiap peserta dengan bangga menaikkan layang-layang ciptaan mereka, yang dekorasi dengan berbagai bentuk, warna, dan rumbai-rumbai yang indah. Ada yang berbentuk naga, burung raksasa, atau bahkan abstrak yang penuh makna. Angin seolah berpihak, menerbangkan setiap mahakarya itu tinggi di angkasa, bersaing untuk menjadi yang terkreatif dan paling memukau. Tepuk tangan dan decakan takjub tak henti-hentinya mengiringi setiap layang-layang yang menari di udara.
Menjelang senja, suara Kepala Desa A’bulosibatang,Kasri dengan lantang dan penuh semangat, menggema di seluruh lapangan. Beliau tidak lupa mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi aktif seluruh warganya.khususnya ketua panitia muh hasby dan kru “Ini bukan sekedar lomba, ini adalah ajang untuk menjaga simpul perekat silaturahmi antarwarga agar tetap erat,” tuturnya, disambut anggukan setuju dan tepuk tangan meriah. “Sebagai Kepala Desa, saya mengucapkan Dirgahayu HUT Indonesia yang ke-80! Mari kita terus menjaga semangat persatuan, patriotisme, dan kebersamaan ini.”
Beliau juga tak lupa mengajak masyarakat untuk mengikuti agenda penting besok : jalan santai umum . “Mari besok kita bergerak bersama, menjaga kesehatan sekaligus sama-sama merayakan hari kemerdekaan Indonesia dengan penuh suka cita dan kebersamaan,” ajaknya disambut antusiasme tinggi dari warga.
Desa A’bulosibatang telah membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya tanggal di kalender, melainkan semangat yang hidup dalam setiap tawa, setiap perlombaan, dan setiap jalinan silaturahmi. Sebuah perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga mempererat makna persatuan di bawah naungan Merah Putih.






