blank

Dukung Upaya Peningkatan Kualitas SDM dalam Produksi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

blank

Maros, Kamera Pemerintah – Bupati Maros, Dr. H.A.S Chaidir Syam, S.IP., M.H., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., resmi membuka acara Sosialisasi Petunjuk Teknis Pengelolaan Pupuk Bersubsidi di Gedung Serbaguna Pemkab Maros. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai stakeholder, termasuk perwakilan dari PT Pupuk Indonesia, asosiasi distributor pupuk, serta kepala dinas dan penyuluh pertanian setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Maros menekankan pentingnya peningkatan serapan pupuk bersubsidi, yang saat ini masih tergolong rendah, yaitu hanya 38 persen. Menyikapi kondisi ini, Bupati meminta semua pihak, baik Dinas Pertanian maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), untuk berkolaborasi dalam mencari solusi yang efektif agar pemanfaatan pupuk bersubsidi oleh para petani dapat meningkat.

Pemerintah Kabupaten Maros, di bawah kepemimpinan Bupati, telah melakukan berbagai upaya, termasuk membeli gabah dengan harga yang sangat baik, dan menyediakan pupuk dalam jumlah yang lebih banyak untuk mendukung pencapaian swasembada pangan. “Kami berharap semua yang hadir dapat menyimak pemaparan dari narasumber dengan seksama agar dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk meningkatkan serapan pupuk di kalangan petani,” ungkap Bupati Maros.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, M. Fadli, juga menambahkan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang alokasi dan berbagai aturan terkait pupuk bersubsidi. “Dengan pemahaman yang baik, diharapkan petani dapat memanfaatkan pupuk subsidi secara optimal,” ujarnya.

Di Kabupaten Maros, terdapat sekitar 41.675 petani yang tergabung dalam lebih dari 1.300 kelompok tani. Untuk tahun 2025, alokasi pupuk bersubsidi terdiri dari 14.754 ton pupuk Urea, 11.107 ton NPK, dan 154 ton pupuk organik.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam produksi pertanian menuju swasembada pangan. Melalui kolaborasi dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak terkait, diharapkan pencapaian target akan semakin mendekati realisasi dan secara bertahap dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Maros.

Sebagai penutup, Bupati Maros menekankan pentingnya evaluasi yang berkelanjutan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga dapat memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi para petani. Kegiatan ini diharapkan bukan hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Maros.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: