Maros – Sudah sepatutnya mendapatkan aplaus. Minggu pagi, yang mana kebanyakan orang menghabiskan waktu dengan berlibur atau berdiam diri di rumah itu tidak berlaku bagi warga Desa Tenrigabgkae.
Mereka memilih turun ke sawah, menyisir saluran irigasi sambil bersama-sama membersihkannya. Alasannya, agar suplai air yang harus masuk ke petakan sawah tidak tersumbat dan menghambat laju air.
Kepala Desa Tenrigangkae yang memimpin kegiatan ini. Ia bilang, selain untuk kepentingan para petani juga agar budaya gotong royong tetap terjaga dengan baik di Desanya.
Sebelum gotong royong ini dilakukan, Wahyu Febri mengaku bahwa memang drainase lahan pertanian itu sudah mengalami kerusakan dibeberapa titik. Petani di Desanya pun mengeluh.
“Kami berembuk bersama warga dan lembaga-lembaga yang ada di Desa kami untuk membicarakan soal itu. Hasilnya, kita sepakat untuk menyelesaikan itu dengan gotong royong,” ucap Wahyu Febri.
Wahyu yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Maros itu berharap, sterilisasi irigasi ini bisa mengatasi sedikit masalah warga yang ada. Begitu juga dengan suplai air yang cukup sehingga produktivitas bisa meningkat.
“Tentu itu harapan kami. Selain itu, kita juga ingin budaya gotong royong seperti ini bisa menular ke Desa lain,” katanya.(*yusuf)







