blank

Bacaleg Mulai Bermunculan, Aktivis Desa; Masyarakat Jangan Sampai Salah Pilih Wakil

blank

Maros – Pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2024 akan datang tinggal menghitung beberapa bulan lagi. Segala macam persiapan telah dilakukan partai politik (Parpol) peserta pemilu nanti.

Mulai dari melakukan sosialisasi secara massif sampai ke pelosok hingga menjaring sejumlah figur potensial untuk bertarung merebut perhatian dan simpati masyarakat.

Khususnya di Kabupaten Maros, sejumlah nama mulai bermunculan untuk turut berpartisipasi dalam Pileg mendatang. Mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi sampai dengan pusat.

Caleg yang akan bertarung di tingkat Kabupaten Maros, sepertinya didominasi oleh pendatang baru milenial Rido Ramadan, M. Danial dan Shabir. Tapi, juga masih banyak incumbent yang akan kembali bertarung. Tentu, para petahana itu tidak bisa dipandang sebelah mata.

blank

Begitu juga di Provinsi sampai pusat, bermunculan kader-kader parpol yang nota bene lokal Maros, ancang-ancang naik kelas seperti ketua DPRD Maros saat ini HA. Patarai Amir. Sementara, untuk pusat dua putra Maros yang digadang-gadang memiliki kans. Ialah H. Sahiruddin dan juga mantan Bupati Maros dua periode HM. Hatta Rahman.

Kemunculan Bacaleg ini tidak hanya sebatas cerita atau issue semata. Tetapi, didukung dengan mulainya bertebaran baliho.

Menanggapi hal itu, salah satu aktivis Desa di Maros Harmin Thomaru yang juga wakil ketua fortanas sulsel menyambut baik dengan adanya kader parpol lokal Maros yang berkeinginan untuk menjadi representasi warganya di kanca nasional.

“Kami masyarakat Maros juga butuh perwakilan di DPR RI ke depan agar aspirasi kami juga bisa lebih mudah di terima ketika ada orang lokal yang terpilih ke pusat,” kata Harmin.

blank

Namun demikian, dari sekian banyaknya yang muncul ia meminta masyarakat Kabupaten Maros untuk tidak asal memilih caleg perwakilan di DPR RI.

“Tapi saya juga menghimbau masyarakat jangan salah pilih wakil khususnya orang Maros ada beberapa orang yang menyatakan dirinya siap maju, jadi pilih yang belum ada cacat hukumnya atau setidaknya namanya masih jauh dari rana-rana hukum. Yang jelas sebagian masyarakat maros tau mana yang layak mana yang hanya sekedar maju saja,” jelasnya.

 

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: