Maros – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengungkapkan Pemerintah Kota menyiapkan lahan baru tempat pemakaman umum (TPU). Lokasinya berada di Kabupaten Maros dengan luas sekitar sembilan hektare.
Danny mengatakan, penyiapan lahan TPU di daerah tetangga jadi solusi atas semakin menipisnya lahan pekuburan di Kota Makassar.

“Tempatnya bagus, pertama bebas banjir, ke dua, saya menganggap 9 hektar masih kecil. Tetapi saya berharap ini awal, dan kalau ada pengembangan di belakang saya kira bisa. Dan mudah-mudahan bisa,” kata Danny dalam keterangan pers yang diterima.
Namun, hal itu mendapat gelombang penolakan dari warga dan pemerintah desa Moncongloe Bulu, tempat rencana pembangunan pemakaman yang di maksud Danny.
Penolakan tersebut tertuang dalam surat yang ditanda tangani oleh kepala desa Moncongloe Bulu Muhammad Tahir, tertanggal 20 februari 2023.
Dalam surat itu, Tahir mengklaim mewakili 90 persen warganya yang menolak lahan seluas sembilan hektar yang bakal dijadikan pemakaman warga Kota Makassar di dusun Tammu-Tammu.
“Masyarakat kurang lebih 90 persen menolak keras. Adapun masyarakat yang setuju antara lain pemilik lahan dan pengurus,” kata Tahir.
Selain itu, ada empat poin yang menjadi dasar penolakan warga dan juga pemerintah desa. Pertama wilayah yang dimaksud sudah ditetapkan menjadi kota mamminasata dan pusat kota mamminasata sesuai edaran.
Kedua, terdapat banyak pemukiman warga di sekitar area tempat rencana pemakaman yang dimaksud, ketiga, akses jalan tidak disetujui lantaran terjadi kemacetan dan mengganggu aktivitas warga belum lagi dilokasi ada tambang galian c, pengantar jenazah sering menimbulkan kekacauan sampai perkelahian dengan pengguna jalan dan warga.
Kekhawatiran akan prilaku kriminal panah “busur” serta kekhawatiran akan maraknya pencurian hewan ternak seperti yang sering terjadi di pemakaman Sudiang.






